Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Senin 16 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Waspadai Gejala dan Tanda Gawat Penyakit Sel Sabit
    Kesehatan

    Waspadai Gejala dan Tanda Gawat Penyakit Sel Sabit

    By Richard17 Juni 2025Updated:17 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi hari sel sabit sedunia (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – “Jangan abaikan tanda kecil, karena bisa jadi itu panggilan bahaya tubuh.” Menjelang peringatan Hari Sel Sabit Sedunia yang jatuh pada 19 Juni 2025, para pakar kesehatan mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala awal dan kondisi darurat dari penyakit sel sabit atau sickle cell disease (SCD), sebuah penyakit keturunan yang berpotensi mengancam jiwa sejak usia dini.

    Penyakit ini muncul akibat kelainan bentuk sel darah merah yang berubah menyerupai sabit, sehingga aliran darah terhambat dan organ tubuh kekurangan oksigen. Gejala bisa muncul sejak bayi berusia beberapa bulan, mulai dari kulit kekuningan, kelelahan ekstrem, hingga pembengkakan nyeri di tangan dan kaki. Tanpa deteksi dan penanganan dini, penderita dapat mengalami komplikasi berat, termasuk infeksi serius dan stroke.

    “Gejala awalnya sering dianggap remeh, padahal bisa jadi sinyal penting adanya masalah serius dalam darah anak,” jelas Dr. Ria Apriani Kusumastuti, dalam keterangannya pada Selasa (17/6/2025). Ia menegaskan bahwa kesadaran orang tua sangat dibutuhkan agar anak mendapat perawatan tepat waktu.

    Gejala darurat yang memerlukan tindakan medis segera antara lain nyeri hebat (disebut krisis nyeri), sesak napas, kelelahan berat, serta demam tinggi. Pada kasus tertentu, penderita bisa mengalami acute chest syndrome, yakni kombinasi nyeri dada dan sesak napas yang mengarah pada gagal napas akut. Selain itu, tanda-tanda stroke seperti kebingungan, kelemahan mendadak, atau kesulitan berbicara juga menjadi sinyal bahaya yang harus segera ditangani.

    “Ketika anak tampak tidak biasa—lebih rewel, lemas, atau bahkan sulit bernapas—segera periksakan ke rumah sakit. Jangan tunggu,” tambahnya.

    Langkah pencegahan dan pengelolaan SCD meliputi skrining genetik, pemeriksaan rutin, dan edukasi pada keluarga berisiko. Pemeriksaan bayi baru lahir kini menjadi kunci untuk menemukan kasus lebih awal, sehingga bisa segera dilakukan intervensi medis.

    Penyakit sel sabit tidak hanya menyakitkan secara fisik, tetapi juga berdampak besar terhadap kualitas hidup penderita. Oleh karena itu, memperingati Hari Sel Sabit Sedunia bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit darah langka ini.

    Deteksi Dini SCD Kesehatan Anak Krisis Nyeri Akut Penyakit Sel Sabit Stroke Anak
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Prabowo Instruksikan Pembangunan 66 RS Baru Berstandar RSKEI

    19 November 2025

    Kenali 4 Jenis Kanker Kulit, Salah Satunya Paling Mematikan

    4 Juli 2025

    Picu Mimpi Buruk, Psikologi Ungkap Hubungan Makanan dan Tidur

    3 Juli 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.