Jakarta – Indonesia resmi ditetapkan sebagai basis produksi global pertama oleh produsen mobil listrik asal Tiongkok, Xpeng. Keputusan ini menjadi langkah penting dalam strategi ekspansi global perusahaan, dengan mendirikan fasilitas perakitan kendaraan bermitra bersama PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Purwakarta, Jawa Barat.
Vice President Xpeng, James Wu, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan lokasi strategis pertama di luar Tiongkok untuk produksi kendaraan mereka. Pernyataan ini diungkapkan saat peluncuran model Xpeng G6 dan X9 di Jakarta, pada Kamis (19/6/2025).
“Fasilitas di Indonesia akan menjadi basis produksi pertama kami di luar Tiongkok. Ini bukan keputusan instan, Indonesia sudah lama masuk dalam radar kami,” kata Wu.
Ia menambahkan, keputusan ini didasari potensi besar pasar kendaraan listrik (EV) di Indonesia yang terus berkembang. Mengacu data Gaikindo, penjualan mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV) di Indonesia sepanjang 2024 mencapai 43.188 unit, melonjak 153,2 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Indonesia adalah negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan pasar otomotif yang stabil. Penetrasi EV sudah menyentuh angka 10 persen. Ini menunjukkan bahwa masa depan EV di sini sangat menjanjikan,” ungkap Wu.
Ia bahkan membandingkan dengan pasar Tiongkok yang sempat mengalami proses transisi serupa. “Saat penetrasi pasar mencapai 10 persen, peralihan ke EV menjadi lebih cepat. Kini pangsa pasar EV di China sudah melewati 50 persen. Saya yakin Indonesia juga akan menuju ke sana,” tambahnya.
Sementara itu, Vice President Operations Xpeng Indonesia, Doddy Setiawan, menyatakan bahwa produksi lokal akan segera dimulai dalam waktu dekat. Perakitan akan dilakukan di fasilitas milik PT HIM di Purwakarta, dimulai dengan model Xpeng X9, sebuah MPV listrik premium.
“Kami akan mulai perakitan unit pada Juli 2025 mendatang. Ini menjadi tonggak penting bagi operasional Xpeng di Indonesia,” ujarnya.
Kehadiran Xpeng tidak hanya memperluas pilihan kendaraan listrik di pasar domestik, tapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui investasi, penciptaan lapangan kerja, dan transfer teknologi di sektor otomotif nasional.

