Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Kamis 19 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Paus Bukan Ikan, Ini Penjelasan Ilmiahnya
    Saintek

    Paus Bukan Ikan, Ini Penjelasan Ilmiahnya

    By Richard11 Mei 2025Updated:11 Mei 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi paus biru yang merupakan mamalia (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Paus sering kali disebut sebagai “ikan paus”, meski sebutan tersebut tidak tepat secara ilmiah. Banyak orang masih keliru menyangka mereka sebagai jenis ikan karena hidup di laut dan tampilannya menyerupai ikan raksasa. Padahal, paus adalah mamalia laut, bukan ikan.

    Secara biologis, paus memiliki banyak ciri khas mamalia seperti berdarah panas, melahirkan anak, serta menyusui bayi mereka. Ini sangat berbeda dengan ikan yang umumnya bertelur dan bernapas menggunakan insang. Paus justru bernapas lewat paru-paru dan harus naik ke permukaan air untuk mengambil oksigen.

    Menurut Whale and Dolphin Conservation (WDC), paus tergolong dalam kelompok cetacea, sama seperti lumba-lumba dan pesut. Organisme ini mengandalkan udara atmosfer untuk bernapas dan memiliki sistem sirkulasi darah yang kompleks seperti manusia.

    “Fakta yang jelas bahwa paus bukanlah ikan. Paus adalah mamalia, dan tidak ada mamalia lain yang bisa menyamai ikan,” ujar Profesor John Dupré, pakar sains dari Universitas Exeter.

    Ia menjelaskan bahwa dalam bahasa sehari-hari, mereka tetap disebut “ikan” karena kebiasaan masyarakat dan kemiripan bentuk tubuh serta habitatnya yang sama-sama berada di laut. Akan tetapi, secara ilmiah, penyebutan itu tidak tepat.

    Sebagai mamalia, mereka memiliki perilaku reproduksi yang sangat berbeda dari ikan. Sementara ikan bisa menghasilkan ratusan hingga ribuan telur setiap musim, sebagian besar paus hanya melahirkan satu anak setiap beberapa tahun. Selain itu, pergerakan ekornya pun berbeda.

    Kebingungan dalam penyebutan ini menjadi sorotan dalam kajian bahasa dan ilmu pengetahuan. Dupré menyatakan bahwa sains dan bahasa umum memang sering berjalan di jalur yang berbeda dalam mengklasifikasikan dunia biologis. Karena itu, masyarakat perlu lebih memahami klasifikasi makhluk hidup berdasarkan sains.

    Selain paus, ada pula mamalia laut lain seperti singa laut, anjing laut, duyung, hingga walrus yang kerap disalahartikan sebagai ikan. Pengetahuan yang benar soal klasifikasi ini penting, terutama untuk mendukung edukasi dan konservasi hewan laut yang semakin terancam.

    Edukasi Sains Klarifikasi Hewan Paus Mamalia
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Surabaya Jadi Pusat Revolusi AI Pertama di Asia

    12 November 2025

    BRIN Dorong Gim Online Bertema Kekayaan Nusantara

    1 November 2025

    Komet 3I/ATLAS Viral, BRIN Pastikan Aman bagi Bumi

    30 Oktober 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.