Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Senin 16 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Kosmos 482 Jatuh di Samudra Pasifik, Tak Ada Dampak pada Bumi
    Saintek

    Kosmos 482 Jatuh di Samudra Pasifik, Tak Ada Dampak pada Bumi

    By Richard11 Mei 2025Updated:12 Mei 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Kosmos 482 yang jatuh di Samudera Pasifik (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Sebuah kepingan sejarah antariksa dari era Perang Dingin akhirnya mengakhiri perjalanannya di Bumi. Wahana antariksa Kosmos 482 milik Uni Soviet yang diluncurkan pada 1972 dilaporkan jatuh di Samudra Pasifik, dekat Amerika Selatan, pada Sabtu (10/5/2025) siang.

    Kabar ini dikonfirmasi oleh Thomas Djamaluddin, peneliti utama di Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menyebut insiden ini tidak berdampak ke daratan dan tidak membahayakan laut.

    Menurut Thomas, benda luar angkasa itu memasuki atmosfer Bumi dan jatuh antara pukul 12.26 hingga 12.38 WIB. Sebelumnya, Kosmos 482 diperkirakan dapat jatuh di berbagai wilayah seperti Asia Tengah, Asia Tenggara—termasuk Indonesia, Australia, hingga Eropa dan Amerika Selatan. Indonesia sendiri disebut memiliki beberapa wilayah berisiko, termasuk Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

    “Obyek telah jatuh di Samudra Pasifik dekat Amerika Selatan dan tidak berdampak ke wilayah daratan,” ujar Thomas saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu.

    Kosmos 482 awalnya merupakan bagian dari misi eksplorasi ke Venus, yang diluncurkan bersama kembarannya, Venera-8, pada 31 Maret 1972. Namun nasib berkata lain, Kosmos 482 gagal melanjutkan perjalanan ke planet tujuan dan terjebak dalam orbit Bumi selama lebih dari lima dekade. Misi ini menjadi salah satu contoh panjangnya umur satelit dan sisa misi antariksa yang tidak sepenuhnya berhasil.

    Selama bertahun-tahun, Kosmos 482 terpecah menjadi empat bagian. Dua bagian awal, termasuk roket pendorong, jatuh ke Bumi pada awal April 1972 di Selandia Baru. Bagian utama wahana serta modul pendarat baru jatuh masing-masing pada tahun 1981 dan 1983. Bagian terakhir inilah yang baru saja memasuki kembali atmosfer.

    Kosmos 482 memiliki ukuran selebar 1 meter dengan berat hampir 500 kilogram. Saat jatuh ke atmosfer, kecepatannya diperkirakan mencapai 230 hingga 250 km per jam. Para ahli menyebut, energi yang dihasilkan dari tumbukan ini sebanding dengan meteorit kecil berdiameter 40 hingga 55 cm—cukup kecil untuk tidak menimbulkan kerusakan besar.

    Dengan selamatnya Bumi dari ancaman potensi jatuhnya puing antariksa, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pemantauan sampah antariksa yang terus meningkat di orbit Bumi.

    BRIN Kosmos 482 Sampah Antariksa Samudera Pasifik
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    BRIN Nilai Peringatan SBY soal Perang Dunia III Beralasan

    13 November 2025

    Surabaya Jadi Pusat Revolusi AI Pertama di Asia

    12 November 2025

    BRIN Dorong Gim Online Bertema Kekayaan Nusantara

    1 November 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.