Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Rabu 18 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Waspada Penyakit Moyamoya, Ini Gejala dan Cara Penanganannya
    Kesehatan

    Waspada Penyakit Moyamoya, Ini Gejala dan Cara Penanganannya

    Penyakit langka ini bisa menyerang anak-anak maupun dewasa, dan berpotensi sebabkan stroke hingga kerusakan otak.
    By Richard16 Mei 2025Updated:16 Mei 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi penyakit bernama moyamoya (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Penyakit Moyamoya, gangguan langka pada pembuluh darah otak, mulai mendapat perhatian publik karena bahayanya yang tak kasat mata. Meski namanya terdengar asing, kondisi ini bisa menyebabkan stroke dan gangguan perkembangan serius jika tidak segera dikenali dan ditangani.

    Moyamoya adalah kelainan progresif pada arteri karotis internal, pembuluh darah utama yang memasok darah ke otak. Ketika arteri ini menyempit, tubuh membentuk pembuluh kecil tambahan untuk mengalirkan darah. Namun, pembuluh baru ini sering kali terlalu lemah, dan tampilannya di hasil pemindaian angiogram menyerupai kepulan asap—itulah asal nama “Moyamoya”, yang berarti asap dalam bahasa Jepang.

    “Penyakit ini paling sering ditemukan pada anak usia 5 hingga 10 tahun dan dewasa usia 30 hingga 50 tahun,” demikian informasi yang dikutip dari Cleveland Clinic dan Mayo Clinic, dua pusat medis ternama yang kerap menangani kasus Moyamoya.

    Gejala penyakit ini bervariasi, namun umumnya diawali dengan stroke ringan atau TIA (transient ischemic attack) pada anak-anak, dan stroke pendarahan pada orang dewasa. Gejala lain termasuk sakit kepala berulang, kejang, kelemahan di satu sisi tubuh, keterlambatan perkembangan pada anak, hingga gangguan bicara.

    Gejala juga bisa muncul saat anak batuk, menangis, atau demam tinggi. Inilah sebabnya deteksi dini sangat penting. Tanpa penanganan, Moyamoya bisa berkembang menjadi kerusakan otak permanen atau bahkan kematian.

    Belum ada penyebab pasti dari penyakit ini, namun faktor genetik sangat mungkin berperan. Sekitar 15 persen penderita Moyamoya di Jepang tercatat memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa. Mutasi pada gen RNF213 juga sering ditemukan dalam beberapa kasus. Selain itu, Moyamoya bisa muncul sebagai sindrom yang menyertai penyakit lain seperti Down Syndrome, Graves, dan neurofibromatosis.

    Hingga kini, penyakit Moyamoya belum dapat disembuhkan sepenuhnya, namun gejalanya bisa dikendalikan. Penanganan awal biasanya berupa pemberian aspirin, antikejang, atau antikoagulan. Namun, pengobatan ini hanya bersifat mendukung dan tidak menghentikan penyempitan pembuluh darah.

    Jika kondisi semakin memburuk, operasi bypass otak menjadi pilihan utama. Operasi ini bertujuan mengalihkan aliran darah ke otak dengan bantuan pembuluh dari kulit kepala. Prosedur ini terbukti mampu menurunkan risiko stroke dan memperbaiki kualitas hidup pasien.

    Mengingat bahayanya yang sering kali tersembunyi, para ahli menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda awal penyakit Moyamoya. Dengan diagnosis dan tindakan medis yang tepat waktu, pasien bisa menjalani hidup yang stabil dan produktif.

    Bypass Otak Kesehatan Pembuluh Darah Moyamoya Syndrome Penyakit Moyamoya Stroke Otak Anak
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Prabowo Instruksikan Pembangunan 66 RS Baru Berstandar RSKEI

    19 November 2025

    Kenali 4 Jenis Kanker Kulit, Salah Satunya Paling Mematikan

    4 Juli 2025

    Picu Mimpi Buruk, Psikologi Ungkap Hubungan Makanan dan Tidur

    3 Juli 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.