Jakarta – Banyak orang mengalami kesulitan tidur karena overthinking yang datang menghantui di malam hari. Meski tampak sepele, kebiasaan ini bisa berdampak negatif terhadap kualitas tidur dan kesehatan mental. Beberapa psikolog mengungkap bahwa overthinking malam hari kerap muncul karena otak tidak sempat memproses kejadian sepanjang hari.
Psikolog Hope Bastine dari Net Doctor UK menjelaskan, overthinking biasanya dipicu oleh paparan informasi berlebihan pada siang hari. “Kita tidak memiliki waktu dan ruang di siang hari untuk memproses apa yang terjadi dan untuk mengevaluasi dan memahaminya. Terkadang satu-satunya waktu kita bisa melakukan itu adalah saat kita berada di tempat tidur,” jelas Bastine.
Banyak pasiennya mengaku sering teringat pekerjaan yang belum selesai atau kesalahan masa lalu saat mencoba tidur. Selain faktor beban pikiran, penggunaan teknologi digital juga turut memicu otak bekerja aktif lewat gelombang beta, yang menyebabkan kewaspadaan meningkat dan pikiran sulit tenang.
Psikolog Greg Murray dari Swinburne University of Technology menambahkan bahwa overthinking yang muncul setelah terbangun dini hari berkaitan dengan ritme sirkadian tubuh. Pukul 3 hingga 4 pagi merupakan titik balik sistem neurobiologi yang membuat tubuh lebih siaga dan mudah gelisah.
“Pada waktu itu suhu tubuh meningkat, dorongan tidur menurun, dan tubuh siap untuk bangun. Ini bisa memicu anxious wakefulness dan akhirnya otak mulai mengidentifikasi masalah hingga berasumsi buruk,” papar Murray, seperti dikutip dari IFL Science.
Untuk mengatasi hal ini, psikolog klinis Dr Adolph Brown menyarankan teknik penghentian pikiran. “Penghentian pikiran bertujuan untuk dengan cepat menghentikan atau mengalihkan perhatian dari pikiran yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Brown menganjurkan mengganti pikiran negatif dengan hal positif atau melakukan aktivitas fisik yang ringan namun memerlukan fokus.
Sementara itu, Dr Jennifer L dalam CNBC Make It menyarankan untuk mengubah pola tanya dari “mengapa” menjadi “bagaimana.” “’Mengapa’ adalah jalan buntu, sedangkan ‘bagaimana’ mengarah pada tindakan,” katanya.
Bagi mereka yang tetap kesulitan, menulis bisa menjadi solusi. Luangkan waktu 15–20 menit untuk menuliskan stres atau kekhawatiran yang dirasakan. Latihan ini bisa membantu mengurai emosi dan memberi ruang refleksi tanpa membebani pikiran.
Dengan memahami pemicunya dan menerapkan strategi yang tepat, overthinking di malam hari bisa dikendalikan agar kualitas tidur dan kesejahteraan mental tetap terjaga.

