Jakarta – Gula sering kali hadir diam-diam dalam makanan sehari-hari, bahkan dalam bentuk yang tidak terasa manis. Meski gula alami dari buah, sayur, dan susu bermanfaat bagi tubuh, konsumsi gula tambahan secara berlebihan telah lama dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan serius. Kini, makin banyak orang mulai meninggalkan gula tambahan demi kualitas hidup yang lebih baik.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, pola makan tinggi buah, sayur, dan biji-bijian terbukti menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Namun, justru konsumsi makanan olahan dengan tambahan gula seperti minuman manis, kue, saus, bahkan roti dan daging olahan menjadi penyebab meningkatnya asupan gula yang tidak disadari.
Mengutip laman Eating Well, berikut delapan perubahan positif yang bisa dirasakan tubuh saat seseorang berhenti mengonsumsi gula tambahan secara signifikan.
Pertama, berat badan cenderung turun lebih cepat. Tanpa gula tambahan, asupan kalori harian menurun, sehingga tubuh lebih mudah membakar cadangan lemak.
Kedua, risiko terkena diabetes tipe 2 berkurang karena gula berlebih bisa menyebabkan resistensi insulin dan kelebihan berat badan. Ketiga, mengurangi gula memperlambat penuaan kulit karena mengurangi pembentukan senyawa AGEs yang mempercepat keriput dan kerusakan kulit.
“Selain itu, pengurangan konsumsi gula juga dapat menurunkan risiko peradangan kronis yang menjadi pemicu berbagai penyakit degeneratif,” ujar seorang ahli gizi klinis dari Jakarta.
Keempat, menghindari gula tambahan membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan meredakan peradangan. Kelima, risiko gangguan mental seperti depresi dan kecemasan juga menurun karena gula memicu peradangan di otak.
Penelitian juga menunjukkan bahwa kemampuan daya ingat bisa tetap terjaga dengan membatasi konsumsi gula, terutama pada lansia. Keenam, mengurangi gula membantu mengembalikan fungsi hormon leptin yang mengatur rasa lapar, sehingga nafsu makan lebih terkendali.
Ketujuh, kesehatan jantung meningkat karena konsumsi gula tinggi dikaitkan dengan naiknya kadar lemak darah dan peradangan yang memperburuk kondisi kardiovaskular.
Terakhir, berhenti mengonsumsi gula tambahan dapat menurunkan risiko gigi berlubang, karena gula menjadi sumber makanan bagi bakteri penyebab asam yang merusak enamel gigi.
Langkah mengurangi gula tambahan mungkin terasa sulit di awal, namun manfaat jangka panjangnya menjanjikan tubuh yang lebih sehat dan berenergi.

