Jakarta – Gelombang teknologi kembali menghampiri Indonesia. Raksasa digital Meta dan Google dikabarkan akan membangun sistem kabel bawah laut terbaru yang melintasi wilayah nusantara. Proyek ini diungkap langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang menyebut kolaborasi ini sebagai bagian dari inisiatif peningkatan konektivitas tanpa ketergantungan penuh pada dana negara.
Menurut Meutya, pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) tambahan oleh Meta dan Google merupakan kelanjutan dari proyek sebelumnya, yakni SKKL Echo dan Bifrost, yang mulai digelar pada Maret 2021. Proyek masa lalu ini telah menghubungkan Amerika Serikat dengan Indonesia dan Singapura sepanjang 15.000 kilometer.
“Jadi, banyak yang mau masuk (Indonesia) ya, di antaranya Meta sama Google itu juga ingin membangun subsea kabel tambahan,” ujar Meutya saat ditemui di Jakarta pada Senin (9/6/2025).
Ia menambahkan, panjang kabel dan teknis detail proyek terbaru ini belum dapat dipastikan, tetapi diyakini akan memperkuat konektivitas digital nasional. Meutya juga menyoroti bahwa proyek infrastruktur digital seperti ini biasanya memanfaatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), namun kini pemerintah memilih menggandeng investor swasta demi efisiensi dan skalabilitas.
“Konektivitas ini penting. Kalau dulu kita banyak mengandalkan dari APBN, sekarang kita kolaborasi. Angkanya bisa naik, tidak selalu harus dari pemerintah,” jelas Meutya.
Sebagai referensi, SKKL Echo sebelumnya dikerjakan oleh Meta dan Google bersama XLSmart (dulu XL Axiata), sementara SKKL Bifrost dikerjakan oleh Meta, Telin (anak usaha Telkom), dan Keppel dari Singapura. Kedua proyek ini menjadi fondasi penguatan jaringan digital yang menjangkau lintas benua.
Kementerian Komunikasi dan Digital juga menyinggung proyek Palapa Ring yang telah lebih dulu hadir sebagai jaringan tulang punggung internet nasional. Palapa Ring membentang di berbagai pelosok dan menjadi bukti nyata bahwa proyek digitalisasi bisa menjangkau wilayah tertinggal sekalipun.
Dengan hadirnya kabel bawah laut baru ini, pemerintah berharap konektivitas internet di Indonesia bisa semakin cepat dan stabil, terutama dalam mengantisipasi pertumbuhan pengguna digital dan kebutuhan data yang terus melonjak.
Kolaborasi antara pemerintah dan swasta pun dinilai akan menjadi kunci dalam mempercepat transformasi digital nasional, tanpa sepenuhnya mengandalkan pembiayaan negara.

