Jakarta – Waktu tidur yang sering dianggap sepele ternyata menyimpan risiko besar bagi kesehatan otak. Kurang tidur, jika terjadi terus-menerus, terbukti secara medis dapat memicu stroke, baik jenis iskemik maupun hemoragik. Kondisi ini disebut dapat meningkatkan risiko hingga lima kali lipat.
Dr. Santi, Health Management Specialist di Kompas Gramedia, menyatakan bahwa gangguan tidur berkepanjangan menimbulkan “hutan tidur” yang berdampak serius terhadap tekanan darah dan kesehatan pembuluh darah.
“Kurang tidur secara kronis akan meningkatkan risiko terkena hipertensi. Seperti kita ketahui, hipertensi merupakan faktor risiko utama dalam terjadinya stroke,” ujar Santi kepada Kompas.com pada Kamis (5/6/2025).
Menurutnya, kurang tidur juga menyebabkan peningkatan hormon kortisol yang berkaitan dengan stres, yang memicu peradangan dan kerusakan pembuluh darah. Bila terjadi di otak, hal itu bisa berujung pada stroke. Tak hanya itu, kurang tidur meningkatkan risiko aritmia dan resistensi insulin, dua kondisi yang turut memperbesar kemungkinan seseorang terkena stroke.
Kisah aktor Harry Pantja menjadi contoh nyata. Ia mengakui kurang tidur sebagai salah satu faktor yang memicu serangan stroke pertama pada 2016, yang kemudian berulang di tahun 2017 dan 2020.
Santi juga mengungkapkan sejumlah tanda-tanda seseorang mengalami kurang tidur, seperti mudah lelah, emosi labil, sering menguap, hingga sulit fokus. “Bahkan, menurunnya minat seksual dan gangguan suasana hati seperti stres atau depresi juga bisa jadi tanda,” jelasnya.
Durasi tidur yang disarankan pun bervariasi sesuai usia. Untuk orang dewasa, umumnya antara 7 hingga 9 jam per malam. Namun, Santi menekankan bahwa kebutuhan tidur bisa berbeda tiap orang, tergantung pada aktivitas harian dan kondisi kesehatan.
Ia menyarankan agar individu yang merasa lelah meski telah tidur cukup, mencoba menambah waktu tidur secara bertahap 15–30 menit setiap malam hingga gejala menghilang.
Dengan prevalensi stroke di Indonesia yang mencapai 8,3 per 1.000 penduduk berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, penting bagi masyarakat untuk tidak menyepelekan pentingnya tidur yang cukup dan berkualitas sebagai langkah pencegahan.

