Jakarta – Tangki toilet mungkin bukan prioritas saat membersihkan rumah, namun siapa sangka bahwa tempat penyimpanan air ini justru berisiko menjadi sarang lumut, karat, dan bau tak sedap bila tidak dirawat dengan baik. Padahal, air dari tangki inilah yang langsung mengisi dan membilas mangkuk toilet setiap hari.
Menurut Adams, pakar kebersihan rumah tangga yang dikutip dari Southern Living, tangki toilet memang hanya menampung air bersih dari saluran utama. Namun, seiring waktu, endapan mineral, kotoran, dan pertumbuhan mikroorganisme tetap bisa muncul, terutama jika kualitas air rendah atau tangki tidak pernah dibersihkan.
“Idealnya, tangki dibersihkan sebulan sekali. Tapi kalau air di rumah kamu mengandung banyak mineral, sebaiknya lebih sering,” sarannya.
Langkah membersihkan tangki pun cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Pertama, matikan aliran air ke toilet dan kosongkan tangkinya dengan menyiram air. Lalu, semprotkan pembersih kamar mandi tanpa pemutih ke seluruh bagian dalam tangki, dan diamkan selama lima menit.
Selanjutnya, gunakan sikat untuk menggosok bagian dalam, termasuk katup pengisi dan katup pembuangan. Jika muncul karat atau lumut membandel, gunakan campuran cuka putih dan air, diamkan sebentar, lalu sikat kembali. Setelah bersih, nyalakan kembali aliran air dan bilas dengan beberapa kali siraman.
Meskipun terdengar sepele, kebiasaan ini penting untuk menjaga fungsi toilet tetap optimal. Tangki yang dibiarkan kotor bisa memicu kerusakan pada komponen dalamnya, memperpendek usia pakai, serta memunculkan bau tidak sedap di kamar mandi.
Adams juga menekankan pentingnya memperhatikan reaksi air tangki setelah dibersihkan. Jika masih bermasalah, ada kemungkinan katup atau komponen lainnya rusak dan perlu penanganan profesional.
Membersihkan tangki toilet secara rutin bukan hanya soal estetika, tapi juga bagian dari menjaga kesehatan keluarga dan efisiensi penggunaan air di rumah.

