Shenzhen – DJI kembali unjuk gigi di dunia teknologi penerbangan tanpa awak dengan memperkenalkan Matrice 400, drone industri terbaru mereka. Dikenal dengan reputasi inovatifnya, DJI merancang Matrice 400 sebagai solusi untuk berbagai kebutuhan profesional berintensitas tinggi, mulai dari pemetaan hingga operasi penyelamatan.
Perangkat canggih ini mampu mengudara hingga 59 menit sambil mengangkat beban hingga 6 kilogram. Ketika berada dalam mode melayang (hover), drone ini tetap bisa bertahan hingga 53 menit di udara, jauh lebih lama dibanding rata-rata drone enterprise lain yang biasanya hanya sanggup terbang selama 30-55 menit.
“Dengan kemampuan terbang yang lebih lama, Matrice 400 menjadi unggulan baru di pasar drone industri,” demikian tertulis dalam laporan PetaPixel yang dikutip Sabtu (14/6/2025).
Keunggulan lain Matrice 400 adalah kemampuannya beroperasi dalam cuaca ekstrem. Dengan sertifikasi IP55, drone ini tahan terhadap debu dan air, dan dapat dioperasikan di suhu ekstrem mulai dari -20 hingga 50 derajat Celsius. Bahkan, drone ini diklaim sanggup lepas landas dari kapal yang diam maupun mendarat di kapal yang tengah bergerak, menjadikannya pilihan ideal untuk operasi kelautan dan darurat.
Dari segi transmisi data, Matrice 400 dibekali sistem O4 Enterprise Enhanced Video Transmission dengan sepuluh antena. Teknologi ini memungkinkan transmisi video sejauh 40 kilometer dengan kualitas tinggi. Selain itu, modul relay internal membantu memperluas jangkauan operasi di lingkungan padat seperti area gedung tinggi atau hutan lebat.
Fitur pintar lainnya termasuk “Smart Detection” dan “Smart AR Projection”. Smart Detection memungkinkan drone mengenali objek seperti manusia atau kendaraan bahkan dalam mode termal, sementara Smart AR Projection membantu pengguna dengan informasi visual langsung seperti posisi kabel listrik dan landmark penting.
“Drone ini bisa mendeteksi manusia dan objek lain secara otomatis bahkan dalam kondisi ekstrem, sangat cocok untuk operasi pencarian dan penyelamatan,” ungkap laporan itu.
DJI juga menyematkan empat port E-Port V2 yang memungkinkan drone membawa hingga tujuh perangkat eksternal sekaligus. Kamera Zenmuse seperti H30, L2, dan P1 bisa dipasang untuk mendukung misi seperti pengukuran LiDAR hingga pemantauan malam hari.
Hingga saat ini, DJI belum mengumumkan harga resmi Matrice 400. Namun mengingat lini Matrice biasanya dibanderol antara 11.000 hingga 25.000 dolar AS (sekitar Rp179 juta–Rp407 juta), perangkat ini diperkirakan akan menyasar segmen premium dan lembaga profesional.
Dengan kombinasi daya tahan, kecerdasan, dan fleksibilitas tinggi, Matrice 400 mempertegas posisi DJI sebagai pelopor drone industri global.

