Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Senin 16 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Kolesterol Tinggi Tak Bergejala, Pemeriksaan Rutin Ditekankan
    Kesehatan

    Kolesterol Tinggi Tak Bergejala, Pemeriksaan Rutin Ditekankan

    By Richard21 Juni 2025Updated:21 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi penyandang kolesterol tinggi tanpa gejala (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Banyak orang mengabaikan kolesterol tinggi karena tidak menunjukkan gejala awal yang jelas. Padahal, kondisi ini bisa menjadi pemicu utama penyakit jantung dan stroke jika dibiarkan terus tanpa terdeteksi. Para ahli medis mengingatkan pentingnya pemeriksaan kolesterol secara rutin, meskipun tubuh terasa sehat.

    Menurut dr Kate Kirley dari American Medical Association (AMA), kolesterol sering disebut sebagai ‘pembunuh senyap’ karena tidak memperlihatkan tanda-tanda peringatan yang khas. “Biasanya, tidak ada tanda-tanda peringatan bagi orang dengan kolesterol tinggi,” ujarnya, dikutip dari laman AMA.

    Ia menjelaskan bahwa meskipun ada gejala fisik seperti endapan kolesterol di bawah mata, hal tersebut sangat jarang terjadi dan tidak selalu menjadi indikator kadar kolesterol tinggi dalam tubuh.

    Dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular, dr Bimo Kusumo, menegaskan bahwa penumpukan dalam pembuluh darah bisa berlangsung tanpa gejala sampai menyumbat aliran darah secara signifikan. “Jadi memang penumpukannya itu tidak menimbulkan gejala sampai dia sumbatannya itu total,” ungkapnya pada Jumat (31/5/2025).

    Ketika sumbatan sudah mencapai 50 persen atau lebih, gejala seperti nyeri dada mendadak bisa muncul dan berujung pada serangan jantung. Hal ini serupa dengan penyumbatan di pembuluh darah otak yang menyebabkan stroke, sebagaimana dijelaskan oleh dr Ehimen Aneni dari Yale Medicine. “Penyumbatan ini mirip dengan stroke, yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di leher atau otak,” tambahnya.

    Penyebab umumnya antara lain konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, seperti daging merah, produk olahan susu penuh lemak, serta makanan cepat saji. Lama-kelamaan, hal tersebut akan membentuk plak di arteri dan mengganggu aliran darah.

    Pentingnya deteksi dini menjadi poin utama dari peringatan para ahli tersebut. Pemeriksaan kadar kolesterol melalui tes darah rutin bisa menjadi langkah awal untuk menghindari komplikasi yang lebih parah.

    Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya kolesterol tinggi tanpa gejala, masyarakat diimbau tidak menunggu gejala muncul. Pemeriksaan kesehatan berkala menjadi cara efektif untuk menjaga jantung tetap sehat dan terhindar dari risiko mendadak yang mematikan.

    Deteksi Dini Kesehatan Pembuluh Darah Kolesterol Tinggi Penyakit Jantung Stroke
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Prabowo Instruksikan Pembangunan 66 RS Baru Berstandar RSKEI

    19 November 2025

    Kenali 4 Jenis Kanker Kulit, Salah Satunya Paling Mematikan

    4 Juli 2025

    Picu Mimpi Buruk, Psikologi Ungkap Hubungan Makanan dan Tidur

    3 Juli 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.