Jakarta – Banyak orang mengabaikan kolesterol tinggi karena tidak menunjukkan gejala awal yang jelas. Padahal, kondisi ini bisa menjadi pemicu utama penyakit jantung dan stroke jika dibiarkan terus tanpa terdeteksi. Para ahli medis mengingatkan pentingnya pemeriksaan kolesterol secara rutin, meskipun tubuh terasa sehat.
Menurut dr Kate Kirley dari American Medical Association (AMA), kolesterol sering disebut sebagai ‘pembunuh senyap’ karena tidak memperlihatkan tanda-tanda peringatan yang khas. “Biasanya, tidak ada tanda-tanda peringatan bagi orang dengan kolesterol tinggi,” ujarnya, dikutip dari laman AMA.
Ia menjelaskan bahwa meskipun ada gejala fisik seperti endapan kolesterol di bawah mata, hal tersebut sangat jarang terjadi dan tidak selalu menjadi indikator kadar kolesterol tinggi dalam tubuh.
Dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular, dr Bimo Kusumo, menegaskan bahwa penumpukan dalam pembuluh darah bisa berlangsung tanpa gejala sampai menyumbat aliran darah secara signifikan. “Jadi memang penumpukannya itu tidak menimbulkan gejala sampai dia sumbatannya itu total,” ungkapnya pada Jumat (31/5/2025).
Ketika sumbatan sudah mencapai 50 persen atau lebih, gejala seperti nyeri dada mendadak bisa muncul dan berujung pada serangan jantung. Hal ini serupa dengan penyumbatan di pembuluh darah otak yang menyebabkan stroke, sebagaimana dijelaskan oleh dr Ehimen Aneni dari Yale Medicine. “Penyumbatan ini mirip dengan stroke, yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di leher atau otak,” tambahnya.
Penyebab umumnya antara lain konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, seperti daging merah, produk olahan susu penuh lemak, serta makanan cepat saji. Lama-kelamaan, hal tersebut akan membentuk plak di arteri dan mengganggu aliran darah.
Pentingnya deteksi dini menjadi poin utama dari peringatan para ahli tersebut. Pemeriksaan kadar kolesterol melalui tes darah rutin bisa menjadi langkah awal untuk menghindari komplikasi yang lebih parah.
Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya kolesterol tinggi tanpa gejala, masyarakat diimbau tidak menunggu gejala muncul. Pemeriksaan kesehatan berkala menjadi cara efektif untuk menjaga jantung tetap sehat dan terhindar dari risiko mendadak yang mematikan.

