Tangerang Selatan – Di balik kebutuhan tubuh terhadap kolesterol, tersimpan ancaman diam-diam yang bisa mematikan. Kolesterol tinggi, khususnya LDL atau kolesterol jahat, menjadi salah satu pemicu utama penyakit jantung koroner yang berujung pada serangan jantung.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari RS EMC Alam Sutera, dr Berlian Idriansyah Idris, menyampaikan bahwa nilai LDL di atas 160 mg/dL merupakan ambang batas yang dianggap membahayakan kesehatan jantung. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu penumpukan plak di dinding pembuluh darah arteri, menyumbat aliran darah ke jantung, dan menyebabkan serangan jantung.
“Cut-off atau nilai ambang LDL yang dianggap berbahaya adalah 160 mg/dL atau lebih,” kata dr Berlian saat dihubungi pada Minggu (29/6/2025).
Meski begitu, ia menegaskan bahwa kolesterol bukan satu-satunya faktor risiko. Penyakit jantung koroner muncul dari kombinasi beberapa faktor, seperti pola makan, gaya hidup, tekanan darah tinggi, diabetes, serta faktor genetik. Semakin banyak faktor yang ada, semakin tinggi risiko seseorang mengalami serangan jantung.
Menurut WHO, penyakit jantung telah menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia dengan 17,8 juta kasus pada 2021—setara dengan satu dari tiga kematian global. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk melakukan deteksi dini dan menjaga pola hidup sehat.
Gejala serangan jantung umumnya ditandai dengan nyeri dada, terutama di bagian tengah atau kiri, yang bisa menjalar ke lengan, bahu, dan rahang. Namun, dr Berlian mengingatkan bahwa gejala pada wanita seringkali tidak khas dan lebih sulit dikenali.
Wanita cenderung mengalami kelelahan luar biasa, gangguan tidur, sesak napas, serta rasa tidak nyaman di punggung, bahu, atau rahang—bahkan sebulan sebelum serangan jantung terjadi.
Penting untuk mengenali dan mewaspadai tanda-tanda awal, baik pada pria maupun wanita, serta segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan yang mencurigakan. Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik melawan penyakit mematikan ini.

