Jakarta – Dalam dunia anak, bermain bukan sekadar pengisi waktu luang. Di balik aktivitas sederhana itu tersembunyi beragam manfaat penting bagi tumbuh kembang mereka, mulai dari komunikasi hingga kecerdasan emosional. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Lego Playground “Main dan Jadi Hebat” di Gandaria City, Jakarta Selatan, Selasa (1/7/2025).
Menurut Rr. Endah Sri Rejeki, Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak KemenPPPA, bermain memungkinkan mengembangkan banyak aspek keterampilan penting. “Melalui bermain, anak-anak bisa mulai belajar berkomunikasi, terlebih saat berinteraksi dengan teman sebaya maupun orang dewasa,” ungkapnya.
Endah menambahkan, permainan yang dilakukan bersama atau dalam komunitas juga mengajarkan anak untuk bersabar, menunggu giliran, serta memahami aturan. Tak hanya itu, aspek motorik, kreativitas, problem solving, dan resiliensi pun ikut terasah. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orangtua dalam mendampingi saat bermain, karena bisa mempererat ikatan emosional.
“Bermain adalah sarana yang efektif untuk membangun kedekatan antara orangtua dan anak. Bahkan remaja bisa diajak diskusi melalui kegiatan bermain,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan Rohan Mathur, Marketing Director, India & Emerging Asia at The Lego Group. Ia menyebut bermain sebagai bentuk pembelajaran tertinggi. “Kami percaya bermain adalah metode pembelajaran yang luar biasa, bahkan di masa-masa sulit,” ujar Mathur.
Ia mengutip hasil survei Play Well oleh The Lego Group, yang menunjukkan bahwa 98 persen orangtua dan anak setuju bermain berperan besar dalam proses belajar. Kegiatan ini disebut berkontribusi terhadap pengembangan kepercayaan diri, kreativitas, komunikasi, hingga daya tahan mental anak.
Mathur menjelaskan, bermain Lego menjadi contoh konkret bagaimana keterampilan tersebut terbentuk. Anak-anak belajar mengikuti instruksi, menyusun strategi, serta menggunakan imajinasi mereka untuk menyelesaikan set bangunan.
Kegiatan Lego Playground ini sendiri terbuka untuk umum dan gratis, diadakan di Main Atrium Gandaria City. Beragam aktivitas interaktif disediakan untuk mendorong anak mengasah potensi melalui bermain.
Dengan pemahaman baru ini, orangtua diharapkan tidak lagi memandang bermain sebagai aktivitas sia-sia, melainkan sebagai bagian krusial dalam proses pendidikan anak yang menyenangkan.

