Jakarta – Kanker kulit kerap tak terdeteksi hingga berkembang serius. Padahal, sejumlah jenis kanker kulit bisa sangat berbahaya, bahkan mematikan, jika tidak segera diobati. Dari empat jenis yang umum ditemukan, tiga di antaranya kerap terjadi akibat paparan sinar ultraviolet (UV) berlebih, baik dari matahari maupun alat tanning buatan.
Hal ini disebabkan oleh kerusakan DNA di sel kulit akibat radiasi UV yang tak diperbaiki tubuh, sehingga memicu mutasi dan pertumbuhan sel tidak terkendali. Kondisi ini menciptakan tumor ganas di epidermis atau lapisan kulit terluar.
Jenis pertama adalah karsinoma sel basal, yaitu kanker kulit yang berasal dari sel basal di epidermis. Ini merupakan jenis paling umum yang muncul di wajah, telinga, leher, kulit kepala, dan punggung. Meski pertumbuhannya lambat, kanker ini bisa merusak jaringan di sekitarnya jika tidak ditangani dengan cepat.
Sementara itu, karsinoma sel skuamosa juga termasuk kategori kanker kulit yang lazim terjadi. Ia berkembang dari sel skuamosa yang juga berada di lapisan epidermis. Biasanya tumbuh di area yang sering terpapar sinar matahari seperti telinga, tangan, dan wajah. Kulit yang menunjukkan kerutan atau bintik-bintik akibat sinar matahari menjadi wilayah rawan munculnya kanker ini.
Jenis ketiga yang paling ditakuti adalah melanoma, karena merupakan kanker kulit paling mematikan. Melanoma muncul dari sel melanosit, yaitu sel penghasil pigmen kulit. Kanker ini sering kali menyerupai tahi lalat dan bisa berkembang dari tahi lalat yang sudah ada. Melanoma bisa muncul di bagian tubuh mana pun, bahkan di area yang jarang terkena sinar matahari, dan cenderung menyebar ke organ lain jika tidak segera ditangani.
Adapun jenis keempat adalah karsinoma sel Merkel, yang meskipun langka, sangat agresif. Ia muncul dalam bentuk nodul atau benjolan keras dan tak nyeri di area terbuka seperti wajah atau tangan. Penyebabnya sering dikaitkan dengan infeksi virus Merkel cell polyomavirus. Karena kemampuannya untuk menyebar dengan cepat dan berulang kembali, pengobatan dini menjadi sangat krusial.
Deteksi dini adalah kunci utama menghadapi kanker kulit. Masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa kondisi kulit, terutama jika terdapat perubahan bentuk, warna, atau ukuran pada bintik-bintik kulit dan tahi lalat.

