Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Minggu 22 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Fosil Jangkrik Tertua Ditemukan, Ungkap Evolusi Suara Serangga
    Saintek

    Fosil Jangkrik Tertua Ditemukan, Ungkap Evolusi Suara Serangga

    Penemuan fosil jangkrik 47 juta tahun di Jerman membuka bab baru sejarah evolusi serangga bersuara.
    By Richard16 Mei 2025Updated:16 Mei 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi fosil jangkrik berusia 47 juta tahun (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Penemuan luar biasa terjadi di Messel Pit, Jerman, ketika para ilmuwan menemukan fosil jangkrik berusia 47 juta tahun dengan kondisi urat sayap yang masih utuh. Spesimen ini diidentifikasi sebagai genus dan spesies baru bernama Eoplatypleura messelensis, dan menjadi catatan fosil tertua dari kelompok jangkrik penghasil suara.

    Fosil yang sangat terjaga ini menunjukkan detail pola warna pada sayap, mirip dengan kamuflase jangkrik modern untuk menghindari predator. Menurut Dr Hui Jiang, peneliti dari Universitas Bonn, hal ini menjadi penghubung evolusi penting, karena mirip dengan jangkrik dalam suku Platypleurini, yang saat ini ditemukan di Asia dan Afrika.

    “Fosil ini mendorong kembali catatan jangkrik penghasil suara sekitar 20 juta tahun lebih awal dari yang diketahui,” kata Dr Hui Jiang, Jumat (16/5/2025).

    Padahal, penelitian sebelumnya menyebutkan kelompok Platypleurini baru berkembang di Afrika sekitar 25–30 juta tahun lalu. Artinya, diversifikasi jangkrik bersuara terjadi jauh lebih dini.

    Meski fosil ini adalah betina — yang umumnya tidak berkicau — struktur dan ciri fisiknya mirip dengan pejantan penghasil suara. Temuan ini sangat langka karena selama ini belum pernah ada fosil yang dapat diandalkan dari kelompok Platypleurini.

    Dr Conrad Labandeira dari Smithsonian menyebut bahwa evolusi jangkrik kemungkinan berjalan lebih lambat daripada yang diperkirakan studi DNA. Ia yakin fosil-fosil nenek moyang yang lebih tua dari garis keturunan ini masih tersembunyi.

    “Penemuan semacam ini sangat penting untuk mengkalibrasi ulang pemahaman kita tentang kecepatan evolusi serangga bersuara,” ujar Labandeira.

    Para ilmuwan juga mencatat adanya perbedaan unik antara sayap fosil ini dengan jangkrik modern, memperkuat gagasan bahwa evolusi morfologi sayap terjadi secara bertahap dan kompleks.

    Temuan ini menambah wawasan tentang sejarah panjang jangkrik dan pentingnya data fosil dalam melengkapi bukti genetik. Dalam bidang paleontologi, setiap fragmen fosil dapat menjelaskan ribuan tahun sejarah kehidupan.

    Evolusi Serangga Fosil Jangkrik Jangkrik Platypleurini Jangkrik Purba Penemuan Fosil
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Surabaya Jadi Pusat Revolusi AI Pertama di Asia

    12 November 2025

    BRIN Dorong Gim Online Bertema Kekayaan Nusantara

    1 November 2025

    Komet 3I/ATLAS Viral, BRIN Pastikan Aman bagi Bumi

    30 Oktober 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.