Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Senin 23 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Disney Kembali Lakukan PHK Global Demi Efisiensi Bisnis
    Ekonomi

    Disney Kembali Lakukan PHK Global Demi Efisiensi Bisnis

    By Richard8 Juni 2025Updated:8 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi kantor disney yang lakulan lagi phk global (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menghantam The Walt Disney Company, raksasa hiburan asal Amerika Serikat. Perusahaan ini mengumumkan akan memangkas ratusan karyawan di divisi film, televisi, serta keuangan sebagai langkah lanjutan dalam menghadapi perubahan industri media yang kian dinamis.

    PHK ini dipicu oleh pergeseran besar perilaku konsumen dari TV kabel ke platform streaming digital. Menurut pernyataan resmi Disney yang dikutip oleh BBC International pada Minggu (8/6/2025), langkah ini diambil untuk menyelaraskan struktur perusahaan dengan tuntutan transformasi yang cepat dalam industri hiburan.

    “Seiring dengan pesatnya transformasi industri kami, kami terus mengevaluasi berbagai cara untuk mengelola bisnis kami secara efisien sekaligus memacu kreativitas dan inovasi mutakhir yang dihargai dan diharapkan konsumen dari Disney,” ungkap juru bicara perusahaan tersebut.

    Pengurangan tenaga kerja kali ini melibatkan beberapa tim penting seperti pemasaran film dan televisi, pengembangan proyek dan casting, serta departemen keuangan. Namun, Disney memastikan tidak ada unit kerja yang akan ditutup sepenuhnya dan pendekatan dilakukan secara hati-hati untuk meminimalkan dampak terhadap karyawan.

    Langkah terbaru ini mengikuti jejak restrukturisasi besar pada 2023, ketika CEO Bob Iger memberhentikan sekitar 7.000 pekerja sebagai bagian dari inisiatif penghematan senilai US$ 5,5 miliar. Kini, perusahaan yang berbasis di California itu mempekerjakan sekitar 233.000 orang secara global, dengan lebih dari 60.000 di antaranya berada di luar AS.

    Meski menghadapi tantangan struktural, Disney masih mencatat pertumbuhan kinerja. Pada kuartal pertama 2025, mereka meraup pendapatan sebesar US$ 23,6 miliar—naik 7% dibanding periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini terutama didorong oleh peningkatan pelanggan layanan streaming Disney+ dan keberhasilan film animasi Lilo & Stitch yang mencetak rekor box office dengan penjualan tiket global mencapai lebih dari US$ 610 juta.

    Namun, tak semua film terbaru Disney mendapat sambutan hangat. Snow White, versi live-action dari animasi klasiknya, justru menuai kritik tajam dan gagal memenuhi ekspektasi di pasar bioskop.

    Dengan tekanan industri yang terus berkembang, Disney harus terus beradaptasi agar tetap relevan di tengah peta persaingan media dan hiburan digital yang semakin kompetitif.

    Disney Ekonomi Global Hiburan Digital PHK Karyawan Transformasi Industri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Indonesia Butuh 757,6 M Dolar AS untuk Pendanaan Iklim Hingga 2035

    2 Desember 2025

    BPS Ingatkan Risiko Gagal Panen akibat Banjir dan Longsor di Sumatra

    1 Desember 2025

    Surplus Dagang Indonesia Capai USD 2,39 Miliar pada Oktober 2025

    1 Desember 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.