Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Senin 16 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Lomba ke Bulan Kembali Memanas, Ini Alasan Utamanya
    Saintek

    Lomba ke Bulan Kembali Memanas, Ini Alasan Utamanya

    By Richard9 Juni 2025Updated:9 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi nasa yang sebutkan alasan adanya perlombaan kembali ke bulan dengan beberapa negara (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Washington DC – Lebih dari sekadar ambisi luar angkasa, negara dan korporasi kini berlomba kembali ke Bulan demi kepentingan strategis dan ilmiah. Program Artemis milik NASA dan proyek gabungan Rusia-Tiongkok menjadi simbol babak baru eksplorasi antariksa yang menyatukan puluhan negara dan perusahaan teknologi. Tujuan utamanya: membangun pangkalan permanen di Bulan.

    NASA bekerja sama dengan 55 mitra global dalam proyek Artemis, yang mencakup rencana pembangunan Artemis Base Camp di kutub selatannya serta peluncuran stasiun luar angkasa baru bernama Gateway di orbitnya. Di sisi lain, Rusia dan China menggagas International Lunar Research Station (ILRS) yang ditargetkan rampung pada 2035 dengan melibatkan 13 mitra internasional.

    Meski didesain untuk kepentingan ilmiah, baik Artemis maupun ILRS diyakini memiliki nilai strategis tinggi. Seperti pada era Perang Dingin, Bulan kembali menjadi simbol persaingan kekuatan global, namun kini dengan lebih banyak pemain. AS bahkan menyatakan secara terbuka bahwa mereka berada dalam “perlombaan baru ke Bulan” yang ingin mereka menangkan.

    Salah satu daya tarikbya adalah kekayaan mineralnya—dari besi, silikon, titanium, hingga hidrogen dan logam tanah jarang. Regolith atau tanahnya juga bisa digunakan sebagai bahan konstruksi dan pelindung radiasi, sementara es air yang ditemukan sejak 2008 diyakini sangat penting untuk mendukung kehidupan, pertanian, dan pendinginan peralatan.

    “Bulan juga bisa menjadi lokasi transit ke Mars, serta tempat pengisian bahan bakar,” kata Sara Pastor, Manajer Program Bulan dari ESA dalam emailnya kepada DW.

    Sara menjelaskan bahwa eksplorasi bukan hanya demi penelitian ilmiah, tetapi juga untuk mendukung keberlangsungan pangkalan jangka panjang, memahami dampak lingkungan bulan terhadap kesehatan manusia, serta mengembangkan sistem robotik dan perlindungan dari radiasi.

    ESA tengah mengembangkan teknologi seperti pengukur radiasi, alat pengeboran, hingga sistem analisis geofisika. Selain itu, teknologi antariksa dari masa lalu seperti misi Apollo telah memberi manfaat besar bagi kehidupan di Bumi—termasuk dalam miniaturisasi elektronik, makanan beku-kering, hingga perangkat kesehatan portabel.

    Dengan NASA menargetkan misi manusia ke Mars pada 2030-an, koloni di Bulan diposisikan sebagai tempat pelatihan dan pos logistik utama. Bagi para ilmuwan, Bulan bukan hanya simbol masa depan eksplorasi, tetapi juga ujian nyata bagaimana teknologi luar angkasa dapat menopang kehidupan lintas planet.

    Bulan ESA NASA Artemis Penelitian Antariksa Perlombaan Antariksa
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Richard

    Related Posts

    Surabaya Jadi Pusat Revolusi AI Pertama di Asia

    12 November 2025

    BRIN Dorong Gim Online Bertema Kekayaan Nusantara

    1 November 2025

    Komet 3I/ATLAS Viral, BRIN Pastikan Aman bagi Bumi

    30 Oktober 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.