Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Senin 16 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » BRIN Dorong Gim Online Bertema Kekayaan Nusantara
    Saintek

    BRIN Dorong Gim Online Bertema Kekayaan Nusantara

    BRIN menyiapkan riset gim mengangkat tradisi, wisata, dan budaya Indonesia, mulai dari legenda Tujuh Bidadari.
    By Ericka1 November 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    BRIN ingin kembangkan gim bertema Nusantara
    Penjelasan BRIN tentang Gim bertema Nusantara (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Seperti anyaman kain yang menyatukan benang warna-warni, BRIN merangkai riset gim bertema Nusantara agar warisan cerita, wisata, dan budaya Indonesia tampil memikat di layar gawai. Inisiatif ini diharapkan menjadi jalan baru merawat ingatan kolektif sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

    Kepala Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan BRIN, Sastri Sunarti, menyebut lembaganya tengah menyiapkan proposal riset untuk mendorong pengembangan gim berkonsep kekayaan Nusantara. Riset awal menyorot pengembangan gim berbasis cerita lisan “Tujuh Bidadari” yang hidup dalam berbagai versi di Sulawesi, Maluku, Jawa, dan Papua. Tujuannya menampilkan keindahan kain tradisional melalui karakter para bidadari, sekaligus memperluas sarana edukasi budaya bagi pemain lintas usia pada Sabtu (1/11/2025).

    “Pengalihwahanaan ke dalam medium seperti gim menjadi cara efektif memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda. Seperti halnya opera klasik China yang kembali diminati setelah diadaptasi ke dalam gim,”

    Penjelasan itu ditegaskan Sastri Sunarti, merujuk tren global yang menunjukkan adaptasi kisah tradisi ke media interaktif mampu mempertemukan hiburan dan pendidikan. BRIN memandang pendekatan ini relevan untuk menjembatani generasi digital dengan akar budaya lokal tanpa kehilangan konteks historisnya.

    Selain Tujuh Bidadari, BRIN turut memetakan kisah asal-usul nenek moyang bernuansa mitologis, seperti narasi migrasi sub-suku Mentawai dan cerita suku Abui di Alor yang diyakini “turun dari langit”. Materi-materi lisan tersebut dipandang potensial menjadi fondasi desain level, misi, hingga sistem kostum yang mengangkat motif kain tradisional, sehingga nilai estetika berjalan beriringan dengan pembelajaran.

    Narasi perang dan dampaknya juga disiapkan dalam format yang aman dan edukatif. BRIN menilai mekanik permainan dapat dirancang untuk menunjukkan konsekuensi destruktif konflik, agar pemain merenungkan nilai damai tanpa menormalisasi kekerasan.

    BRIN membuka peluang kolaborasi dengan studio gim lokal untuk mempercepat eksekusi riset menjadi produk. Sastri mencontohkan ekosistem yang telah tumbuh melalui karya seperti Lokapala besutan Anantarupa Studio. Kemitraan riset–industri diharapkan bukan hanya melahirkan judul baru, tetapi juga menguatkan talenta, pipeline produksi, serta model bisnis yang berpihak pada IP budaya Indonesia.

    Pada akhirnya, laku gotong royong antara peneliti dan pengembang menjadi “tali pancing” yang menautkan kekayaan tradisi dengan teknologi interaktif. Jika berhasil, layar permainan bukan sekadar ruang hiburan, melainkan panggung Nusantara yang membuat generasi muda kian akrab pada akar budayanya.

    Anantarupa Studio BRIN Gim Nusantara Industri Kreatif Tujuh Bidadari
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ericka

    Related Posts

    BRIN Nilai Peringatan SBY soal Perang Dunia III Beralasan

    13 November 2025

    Surabaya Jadi Pusat Revolusi AI Pertama di Asia

    12 November 2025

    Komet 3I/ATLAS Viral, BRIN Pastikan Aman bagi Bumi

    30 Oktober 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.