Jakarta – Ibadah haji ibarat perjalanan suci yang menuntun hati menuju tenang, meski dunia di sekitarnya bergolak. Di tengah bayang konflik Timur Tengah, kabar menenangkan datang bagi calon jemaah Indonesia yang bersiap menapaki Tanah Suci.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, memastikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 tidak akan terpengaruh oleh konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Kepastian itu disampaikan setelah pihaknya melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan layanan haji di Makkah, Arab Saudi, pada awal April.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu merasa cemas terhadap kondisi keamanan. Calon jemaah justru diminta fokus mempersiapkan diri, baik dari sisi kesehatan, kelengkapan dokumen, hingga kesiapan mental dan spiritual menjelang keberangkatan.
“Maskapai yang akan mengangkut jemaah haji Indonesia, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, juga memberikan jaminan bahwa penerbangan bagi jemaah haji Indonesia berada dalam kondisi aman,” ujar Dini dalam keterangannya.
Selain aspek keamanan, kesiapan teknis juga menunjukkan perkembangan signifikan. DPR mencatat bahwa layanan katering serta akomodasi hotel bagi jemaah telah mencapai sekitar 90 persen. Hal ini menandakan bahwa kebutuhan dasar jemaah selama di Tanah Suci hampir sepenuhnya siap.
Untuk transportasi darat, khususnya layanan bus, dilaporkan telah siap 100 persen. Begitu pula dengan proses penerbitan visa jemaah haji Indonesia yang telah rampung sepenuhnya. Sementara itu, layanan di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina masih dalam tahap penyelesaian dengan progres sekitar 50 persen dan terus dikebut menjelang puncak ibadah.
Dini juga menegaskan pentingnya keyakinan dan kesiapan jemaah dalam menjalankan rangkaian ibadah. Dengan persiapan matang, diharapkan seluruh proses haji dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Ia optimistis bahwa koordinasi antara pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi akan memastikan kenyamanan serta keselamatan seluruh jemaah selama menjalankan ibadah.
Di tengah dinamika global yang tak menentu, kepastian ini menjadi angin sejuk bagi umat Muslim Indonesia. Seperti pepatah lama, “tenang air di hulu, damai pula di hilir,” kesiapan yang matang diyakini akan membawa kelancaran bagi perjalanan suci para tamu Allah.

