Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Kamis 30 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Beranda
    • Berita
    • Budaya
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Indonesia Siapkan 32 Cabor Menuju Asian Games 2026
    Nasional

    Indonesia Siapkan 32 Cabor Menuju Asian Games 2026

    Pemerintah menyiapkan pelatnas multiyears dan anggaran Rp61 miliar untuk mendukung kontingen Indonesia di Asian Games 2026.
    By Ericka2 Juli 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir
    Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Pemerintah mulai mematangkan persiapan kontingen Indonesia menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, dengan memastikan keikutsertaan pada 32 cabang olahraga. Selain menyiapkan sekitar 450 atlet, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga mengalokasikan anggaran Rp61 miliar untuk mendukung pelaksanaan pemusatan latihan nasional (pelatnas), kebutuhan operasional, hingga keberangkatan kontingen.

    Keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Kemenpora, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), tim Chef de Mission (CdM), dan induk organisasi cabang olahraga. Berdasarkan data sementara, Indonesia akan mengirim sekitar 411 atlet. Jumlah itu diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 450 atlet, didampingi sekitar 150 ofisial sehingga total kontingen mencapai kurang lebih 600 orang.

    Chef de Mission Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, mengatakan persiapan tidak hanya berfokus pada keberangkatan atlet, tetapi juga pembinaan yang dilakukan jauh sebelum pesta olahraga berlangsung. Menurutnya, tim CdM telah menyusun program “Road to Asian Games 2026” sebagai bagian dari strategi meningkatkan kesiapan atlet.

    “Nantinya, kami juga sudah mempersiapkan beberapa rencana program yang akan dilakukan di dalam negeri untuk mempersiapkan atlet, jadi semacam program Road to Asian Games 2026,” ujar Todotua Pasaribu dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Rabu (1/7/26).

    Program tersebut menjadi bagian dari koordinasi intensif antara tim CdM dengan seluruh pengurus cabang olahraga. Pertemuan berkala akan dilakukan untuk memantau perkembangan latihan, mengevaluasi kebutuhan atlet, sekaligus memastikan setiap cabang memperoleh dukungan sesuai karakteristik masing-masing.

    Sejumlah cabang olahraga yang selama ini menjadi penyumbang prestasi Indonesia diproyeksikan kembali menjadi andalan. Di antaranya panjat tebing, atletik, dan akuatik yang telah menunjukkan perkembangan positif dalam berbagai kejuaraan internasional beberapa tahun terakhir.

    Di sisi lain, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan perubahan pola pembinaan atlet menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan prestasi Indonesia di level Asia. Menurutnya, sistem pelatnas yang selama ini berjalan dengan skema tahunan tidak lagi memadai untuk menghasilkan atlet yang mampu bersaing secara konsisten.

    “Tidak mungkin atlet dituntut tampil maksimal dan diminta meraih medali emas kalau pemerintah tidak hadir mendukung pelatnas jangka panjang. Karena itu, Kemenpora mendorong agar pembinaan dilakukan secara berkesinambungan, bukan lagi program yang berganti setiap tahun,” kata Erick Thohir saat konferensi pers di Jakarta (1/7/26).

    Menurut Erick, konsep pelatnas multiyears memberikan kepastian bagi atlet maupun pelatih dalam menyusun program latihan jangka panjang. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif karena memungkinkan pembinaan dilakukan secara sistematis, mulai dari peningkatan teknik, fisik, hingga aspek sport science yang kini menjadi bagian penting dalam olahraga prestasi.

    Pemerintah juga memastikan dukungan anggaran tetap tersedia. Dari hasil penyesuaian belanja, Kemenpora berhasil mengalokasikan dana sebesar Rp61 miliar yang telah disalurkan kepada KOI dan tim CdM. Anggaran itu digunakan untuk mendukung kebutuhan akomodasi, transportasi, pusat konsolidasi kontingen, serta berbagai keperluan operasional menjelang keberangkatan ke Jepang.

    Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa persiapan menuju Asian Games tidak lagi dipandang sebagai kegiatan menjelang pertandingan semata, melainkan investasi pembinaan olahraga nasional. Dengan sistem latihan yang lebih berkesinambungan, pemerintah berharap prestasi atlet Indonesia tidak hanya meningkat pada Asian Games 2026, tetapi juga menjadi fondasi menghadapi Olimpiade dan kejuaraan dunia pada tahun-tahun berikutnya.

    Asian Games merupakan ajang olahraga terbesar di Asia yang mempertemukan ribuan atlet dari berbagai negara. Persaingan yang semakin ketat menuntut setiap negara memiliki sistem pembinaan yang berkelanjutan. Karena itu, keberhasilan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet saat bertanding, melainkan juga oleh kualitas perencanaan, dukungan anggaran, dan sinergi antar-lembaga yang dibangun jauh sebelum kompetisi dimulai.

    Dengan waktu persiapan yang masih tersedia sebelum penyelenggaraan Asian Games di Aichi-Nagoya pada September 2026, pemerintah berharap seluruh program pembinaan dapat berjalan sesuai target sehingga kontingen Indonesia mampu tampil lebih kompetitif dan mempertahankan tradisi meraih prestasi di tingkat Asia.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ericka

    Related Posts

    May Day 2026, Prabowo Beri Sejumlah Insentif Pekerja

    1 Mei 2026

    Diskon Tol Tekan Lonjakan Kendaraan Saat Mudik

    16 Maret 2026

    Prabowo Hapus Utang KUR Petani Korban Banjir Aceh

    7 Desember 2025

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.