Close Menu
Kenai.idKenai.id
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Sabtu 13 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kenai.idKenai.id
    • Berita
    • Nusantara
    • Lifestyle
    • Artikel
    • Promosi
    Kenai.idKenai.id
    Beranda » Ekonomi RI Triwulan I 2026 Melaju 5,61 Persen
    Ekonomi

    Ekonomi RI Triwulan I 2026 Melaju 5,61 Persen

    Pertumbuhan ekonomi nasional ditopang konsumsi pemerintah dan sektor akomodasi serta kuliner.
    By Ericka5 Mei 2026Updated:10 Juni 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2026
    Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2026 (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Laju ekonomi Indonesia pada awal 2026 bak irama gamelan yang kembali menemukan ketukannya. Di tengah dinamika global, pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan geliat yang semakin kuat dengan capaian positif pada tiga bulan pertama tahun ini.

    Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Indonesia pada triwulan I-2026 tumbuh sebesar 5,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year). Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.187,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp3.447,7 triliun.

    Pertumbuhan tersebut terjadi pada periode Januari hingga Maret 2026 dan didorong oleh sejumlah sektor unggulan. Dari sisi produksi, lapangan usaha penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi, yakni mencapai 13,14 persen dibandingkan triwulan I-2025.

    Sementara itu, dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan sebesar 21,81 persen secara tahunan.

    “Ekonomi Indonesia triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,61 persen (y-on-y),” demikian keterangan yang disampaikan Badan Pusat Statistik dalam Berita Resmi Statistik yang dirilis pada Senin (05/05/2026).

    Meski mencatat pertumbuhan tahunan yang cukup kuat, secara kuartalan ekonomi Indonesia mengalami koreksi. Dibandingkan triwulan IV-2025, ekonomi nasional mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen (quarter-to-quarter).

    Dari sisi produksi, sektor pertambangan dan penggalian menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni sebesar 8,20 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi pemerintah mengalami kontraksi sebesar 30,13 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

    Secara spasial, wilayah Pulau Jawa masih menjadi motor utama perekonomian nasional. Kelompok provinsi di pulau tersebut memberikan kontribusi sebesar 57,24 persen terhadap struktur ekonomi Indonesia dan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,79 persen secara tahunan.

    Dominasi Pulau Jawa menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih terkonsentrasi di kawasan tersebut. Namun, berbagai sektor jasa, perdagangan, serta konsumsi masyarakat di sejumlah daerah lain juga turut menopang pertumbuhan nasional sepanjang awal tahun 2026.

    Data BPS tersebut memberikan gambaran bahwa perekonomian Indonesia tetap memiliki daya tahan di tengah tantangan yang ada. Seperti pepatah nusantara yang menyebut “sedikit demi sedikit menjadi bukit”, pertumbuhan yang konsisten menjadi modal penting bagi keberlanjutan pembangunan ekonomi nasional pada tahun 2026.

    BPS Ekonomi Nasional PDB Indonesia 2026 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I 2026
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ericka

    Related Posts

    PLN Hadirkan Listrik Sehari Penuh di Arfak

    30 Mei 2026

    Harga Gabah Rp6.500 Tetap Berlaku di 2026

    9 April 2026

    Studi Ungkap Restoran Cepat Saji Dorong Kerja Lokal

    7 Maret 2026

    Comments are closed.

    © 2026 Kenai.id by Dexpert, Inc.
    PT Sciedex Multi Press
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.