Pegaf – Bak pelita yang terus menyala di rumah-rumah adat tanah Papua, kehadiran listrik tanpa henti menjadi kabar yang telah lama dinanti masyarakat Pegunungan Arfak. Seperti pepatah nusantara, setitik cahaya mampu menerangi banyak harapan, demikian pula layanan listrik yang kini hadir sepanjang hari bagi warga di wilayah pedalaman Papua Barat tersebut.
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat menghadirkan pasokan listrik selama 24 jam bagi 1.396 pelanggan rumah tangga yang tersebar di Distrik Minyambouw, Taige, Hink, dan Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak. Program tersebut diumumkan di Jayapura pada Sabtu (30/05/2026) sebagai bagian dari upaya pemerataan akses energi hingga daerah terpencil.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menjelaskan peningkatan layanan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memastikan masyarakat di wilayah pedalaman memperoleh akses listrik yang andal dan berkesinambungan.
“Masyarakat di Distrik Minyambouw, Taige, Hink, dan Anggi Gida kini dapat menikmati pasokan listrik yang andal dan stabil selama 24 jam setiap hari,” katanya.
Sebelumnya, warga Distrik Minyambouw hanya memperoleh pasokan listrik selama enam jam dalam sehari. Sementara masyarakat di Distrik Taige, Hink, dan Anggi Gida mendapatkan layanan selama 12 jam. Menurut Roberth, keberhasilan menghadirkan listrik sepanjang hari tersebut tidak lepas dari kerja keras tim PLN yang harus menghadapi medan geografis yang menantang.
“Pencapaian operasional 24 jam penuh ini adalah buah dari kerja keras tim di lapangan demi memastikan kebutuhan dasar listrik masyarakat terpenuhi,” ujarnya.
Untuk mendukung peningkatan layanan, PLN juga membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 23,75 kilometer sirkuit dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 21,29 kilometer sirkuit yang terhubung dengan sistem kelistrikan setempat. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat.
Roberth menambahkan bahwa keberadaan listrik selama 24 jam bukan sekadar menghadirkan penerangan, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi, mendukung proses belajar masyarakat, serta menunjang berbagai kebutuhan sosial di Pegunungan Arfak.
Sementara itu, warga Distrik Minyambouw bernama Paulus mengungkapkan rasa syukurnya atas peningkatan layanan yang telah lama dinanti masyarakat.
“Peningkatan layanan listrik tersebut merupakan harapan yang telah lama dinantikan masyarakat dan kini telah terwujud melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dilakukan PLN di wilayah Pegunungan Arfak,” katanya.
Kehadiran listrik sepanjang hari di Pegunungan Arfak menjadi penanda bahwa pembangunan tidak hanya berpusat di perkotaan. Layaknya obor yang diwariskan dari generasi ke generasi, cahaya yang kini menyinari rumah-rumah warga di tanah Arfak diharapkan membawa kesejahteraan dan membuka peluang kemajuan bagi masyarakat setempat.

